Tampil Cantik, itu Penting!

Posted on Maret 10, 2009

0


Salah satu kriteria wanita shalihah, yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai sebaik-baik perhiasan dunia, adalah yang menyenangkan apabila dipandang. Sebenarnya, setiap wanita ingin suaminya senang ketika memandangnya. Namun sayang, keinginan itu seringkali tidak diikuti dengan ikhtiar untuk mempercantik diri atau berdandan.

Di antara mereka sering beralasan, tidak sempat berdandan karena sudah sibuk dan lelah dengan urusan rumah tangga dan mengasuh anak. Padahal sejatinya, berdandan dan mempercantik diri, bisa menjadi kegiatan refreshing yang menyenangkan bagi seorang istri. Bukankah setiap wanita ingin terlihat cantik di hadapan suaminya? Dengan berdandan, ia akan lebih terlihat cantik dan percaya diri. Ia akan menjadi istri penuh pesona, di mata suami. Karena itu, tidaklah sepantasnya, bila urusan rumah tangga sampai melalaikan seorang istri dari mengurus dan mempercantik diri.

Ingatlah wahai para istri. Di luar sana, suamimu banyak disuguhi pemandangan yang benar0benar menggugah syahwat. Di jalan-jalan, di kantor-kantor, di pasar-pasar, dan di mana saja, banyak wanita yang mengumbar kecantikan dan auratnya. maka berdandanlah dan percantiklah dirimu, agar suamimu bisa berpaling dari berbagai godaan itu. juga agar suamimu selalu merindukanmu, dan tak bosan padamu.

Berdandan tidak harus dengan memakai make up dan perhiasan yang mahal. Rajin membersihkan diri dengan mandi, bersiwak, memakai parfum dan berpakaian rapi dan serasi, sudah termasuk bagian dari berdandan.

Demikian pula menyisir rambut, mencabuti bulu ketiak dan -memotong-(red) rambut kemaluan, juga termasuk berdandan. Jika suka dan memang punya, bolehlah memoleskan sedikit bedak ke wajah, dan lipstik tipis di bibirmu. Itu akan menambah cantik penampilanmu. Kalau ada, tak ada salahnya pula memakai perhiasan, atau berpakaian menarik di hadapan suami. Tentu, semua itu harus diikuti dengan keindahan akhlakmu.

Benar, bahwa dunia ini hanya sekedar jembatan, dan tujuan hidup seorang mukmin tidak hanya untuk melahap kenikmatan. tetapi menikmati yang mubah juga dianjurkan, sebagaimana melakukan yang haram juga dilarang. Maka telah disebutkan di dalam hadits, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Di dalam diri di antara kalian terdapat sedkah.” (HR. Muslim).

Maka dari itu, suami maupun istri seharusnya rajin berhias, agar cinta kasih selalu bersemi, dan keharmonisan selalu terjaga.

Dalam Musnad Ahmad dikisahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menegur keras Utsman bin Madz’un ketika kurang memperhatikan istrinya, sehingga membuat istrinya itu malas berdandan. Bahkan membiarkan dirinya berpenampilan lusuh dan kurang sedap dipandang. Rupanya, Utsman senantiasa puasa dan shalat malam, tanpa memedulikan hak-hak istrinya.

Kepada Utsman bin Madz’un beliau bersabda, “Wahai Utsman, apakah kamu membenci sunnahku?” Dia menjawab, ‘Tidak demi Allah, ya Rasulullah. Bahkan aku mencari sunnahmu.” Beliau bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya aku tidur, shalat, puasa, dan berbuka, serta menikahi perempuan. Bertakwalah kamu kepada Allah wahai Utsman, karena sesungguhnya keluargamu punya hak atasmu, tamumu punya hak atasmu, dan dirimu punya hak atasmu. Maka berpuasalah, berbukalah, shalatlah, dan tidurlah.” (HR. Ahmad)

Islam adalah agama pertengahan dan cinta keseimbangan, memberikan hak kepada orang-orang yang berhak sesuai porsinya. Menikmati kecantikan istri adalah hak suami. maka berhias untuk suami sangat dianjurkan, selagi dalam batasan yang dibolehkan syariat. jauhi hal-hal yang dilarang, misalnya mencukur alis, menyambung rambut atau menyemir dengan warna hitam, membuat tato atau mengubah ciptaan Allah lainnya.

Sumber: Majalah Fatawa Vol. V No1 :: Muharram 140 :: Januari 2009

Iklan